Tips lulus TOEFL dengan skor baik tidak selalu berarti harus belajar bahasa Inggris selama berjam-jam setiap hari. Bisa jadi masalahnya bukan karena kamu tidak bisa bahasa Inggris, melainkan cara belajar dan strategi mengerjakan tes belum tepat.
TOEFL sering menjadi salah satu syarat untuk masuk kuliah, mendaftar beasiswa, mengikuti program pertukaran pelajar, mengurus kelulusan, atau melamar pekerjaan.
Karena itu, banyak pelajar, mahasiswa, hingga pekerja mulai mempersiapkan diri untuk mendapatkan skor TOEFL sesuai target. Namun, masih banyak peserta yang bingung harus mulai dari mana.
Ada yang membeli banyak buku latihan, fokus menghafal kosakata, atau hanya belajar grammar. Semua cara tersebut bisa membantu, tetapi persiapan TOEFL akan lebih efektif jika dilakukan dengan strategi yang jelas.
Kamu tidak harus langsung fasih berbahasa Inggris untuk mendapatkan hasil yang baik. Yang lebih penting adalah memahami bentuk tes, mengetahui kemampuan yang masih perlu ditingkatkan, dan berlatih secara konsisten.

Kenapa TOEFL Sering Dianggap Sulit?
TOEFL sering dianggap sulit karena menguji beberapa kemampuan bahasa Inggris dalam waktu terbatas. Kamu perlu memahami percakapan, mengenali susunan kalimat yang benar, dan memahami teks bacaan.
Banyak peserta sebenarnya sudah memiliki dasar bahasa Inggris. Namun, ketika menghadapi soal TOEFL, mereka kehilangan fokus karena format tes berbeda dengan latihan bahasa Inggris sehari-hari.
Kesalahan lainnya adalah terlalu fokus pada satu materi. Misalnya, rajin belajar grammar tetapi jarang berlatih listening, atau menghafal kosakata tanpa pernah mengikuti simulasi.
Karena itu, persiapan TOEFL sebaiknya dilakukan secara seimbang. Kamu perlu melatih kemampuan bahasa sekaligus membiasakan diri dengan format dan batas waktu tes.

Kenali Bagian yang Diujikan dalam TOEFL
Salah satu tips lulus TOEFL yang penting adalah memahami bagian-bagian yang biasanya muncul dalam tes. Setiap bagian memiliki karakter soal dan strategi pengerjaan yang berbeda.
Listening Comprehension

Bagian listening menguji kemampuan memahami percakapan atau penjelasan berbahasa Inggris. Audio biasanya diputar satu kali sehingga kamu perlu fokus sejak awal.
Tidak perlu memaksakan diri memahami setiap kata. Fokus pada siapa yang berbicara, topik pembicaraan, masalah, kesimpulan, tempat, waktu, alasan, angka, dan perubahan nada bicara.
Untuk latihan, kamu bisa mendengarkan podcast, video edukasi, berita, wawancara, atau materi audio TOEFL. Setelah mendengarkan, catat informasi utama yang kamu pahami.
Kamu juga dapat mendengarkan audio tanpa melihat teks terlebih dahulu. Setelah itu, dengarkan kembali sambil melihat transkrip untuk mengetahui bagian yang masih sulit dipahami.
Structure and Write Expression

Bagian structure and written expression menguji pemahaman grammar. Soal biasanya meminta kamu memilih kata yang tepat untuk melengkapi kalimat atau menemukan bagian yang salah.
Materi yang sering muncul antara lain subject-verb agreement, tenses, kata penghubung, bentuk pasif, kata sifat, dan relative clause.
Saat mengerjakan soal, cari subjek dan kata kerja utama terlebih dahulu. Setelah itu, periksa apakah keduanya sudah sesuai.
Contoh:
The students _ preparing for the TOEFL test.
Jawaban yang tepat adalah are karena subjek the students bersifat jamak.
Reading Comprehension
Bagian reading berisi teks berbahasa Inggris dengan topik seperti sains, sejarah, lingkungan, kesehatan, atau pendidikan.
Tantangannya adalah memahami bacaan dan menjawab pertanyaan dalam waktu terbatas. Karena itu, kamu perlu membaca secara efektif tanpa menerjemahkan setiap kata.

Gunakan teknik skimming untuk menemukan topik dan ide utama. Setelah itu, gunakan scanning untuk mencari informasi tertentu sesuai pertanyaan.
Jika menemukan kata yang belum dipahami, jangan langsung berhenti. Coba pahami maknanya melalui konteks kalimat di sekitarnya.
Jawaban TOEFL juga tidak selalu menggunakan kata yang sama dengan teks. Soal dapat memakai sinonim atau susunan kalimat yang berbeda.
Tips Lulus TOEFL dengan Skor Baik
1. Tentukan Target Skor Sejak Awal
Cari tahu skor TOEFL yang kamu butuhkan. Setiap kampus, program beasiswa, atau perusahaan dapat memiliki ketentuan yang berbeda.
Lakukan simulasi awal untuk mengetahui kemampuan saat ini. Dari hasil tersebut, tentukan bagian yang membutuhkan lebih banyak latihan.
Jika listening masih rendah, tambahkan latihan audio. Jika grammar sering salah, fokus pada pola kalimat yang belum dikuasai.
Belajar berdasarkan kelemahan akan lebih efektif daripada mengulang semua materi tanpa prioritas. Target skor juga dapat menjadi motivasi selama proses persiapan.
2. Buat Jadwal Belajar yang Realistis
Kamu tidak perlu belajar berjam-jam setiap hari. Belajar selama 30–60 menit secara rutin dapat membantu membangun kebiasaan belajar yang konsisten.
Kamu bisa membagi materi berdasarkan hari. Misalnya, Senin untuk grammar, Selasa untuk listening, Rabu untuk reading, Kamis untuk kosakata, dan akhir pekan untuk simulasi.
Pilih jadwal yang sesuai dengan aktivitas sehari-hari agar lebih mudah dipertahankan. Jadwal sederhana tetapi konsisten biasanya lebih efektif daripada jadwal yang terlalu padat.
Kamu juga dapat menggunakan target mingguan, seperti menyelesaikan tiga latihan listening, mempelajari 50 kosakata, dan mengikuti satu simulasi TOEFL
3. Tambah Kosakata Sedikit demi Sedikit
Kosakata membantu dalam bagian listening dan reading. Semakin banyak kata yang dipahami, semakin mudah menangkap isi percakapan dan bacaan.
Tidak perlu menghafal banyak kata sekaligus. Mulailah dengan 5–10 kata baru setiap hari.
Catat arti, bentuk kata, dan contoh penggunaannya dalam kalimat. Jangan hanya menghafalkan terjemahan karena satu kata dapat memiliki makna berbeda sesuai konteks.
Gunakan kata tersebut dalam kalimat sederhana agar lebih mudah diingat. Kamu juga dapat mengelompokkan kosakata berdasarkan tema seperti pendidikan, lingkungan, kesehatan, atau teknologi.
4. Biasakan Mendengar Bahasa Inggris
Listening perlu dilatih secara bertahap karena audio dalam TOEFL biasanya hanya diputar satu kali.
Dengarkan audio tanpa melihat teks, lalu catat informasi yang kamu pahami. Setelah itu, dengarkan kembali sambil melihat transkrip jika tersedia.
Saat kemampuan meningkat, gunakan materi yang lebih mirip dengan soal TOEFL. Fokus pada ide utama, alasan pembicara, kesimpulan, serta informasi detail.
Jangan berkecil hati jika pada awalnya hanya memahami sebagian isi audio. Kemampuan listening akan meningkat melalui latihan yang dilakukan secara rutin.
5. Kuasai Pola Grammar yang Sering Muncul
Grammar tidak harus dipelajari dengan menghafal semua aturan sekaligus. Mulailah dari pola dasar yang sering muncul dalam latihan.
Perhatikan subject-verb agreement, tenses, passive voice, conjunction, adjective clause, dan bentuk kata.
Saat menemukan kalimat panjang, cari subjek dan kata kerja utamanya terlebih dahulu. Setelah itu, periksa hubungan antara subjek dan kata kerja tersebut.
Kerjakan latihan grammar secara bertahap. Setelah menjawab, baca pembahasannya agar kamu memahami alasan di balik jawaban yang benar.
6. Gunakan Teknik Skimming dan Scanning
Teknik skimming digunakan untuk menemukan topik dan ide utama dengan membaca cepat. Scanning digunakan untuk mencari informasi tertentu seperti nama, tahun, tempat, angka, atau istilah.
Kedua teknik ini dapat membantu menghemat waktu saat mengerjakan bagian reading. Mulailah dengan membaca judul dan kalimat pertama setiap paragraf.
Setelah memahami gambaran umum, kembali ke teks untuk mencari detail sesuai pertanyaan. Jangan menghabiskan terlalu banyak waktu pada satu kata yang tidak diketahui.
Selama inti bacaan masih dapat dipahami, lanjutkan ke pertanyaan berikutnya.
7. Kerjakan Simulasi dengan Batas Waktu
Simulasi TOEFL membantu membiasakan diri dengan kondisi tes. Gunakan timer, kerjakan soal tanpa kamus, dan sesuaikan latihan dengan waktu yang tersedia.
Melakukan simulasi secara rutin membantu kamu terbiasa mengatur waktu selama tes. Setelah selesai, jangan hanya melihat jumlah jawaban benar.
Periksa penyebab kesalahan yang terjadi. Kamu mungkin salah karena kurang kosakata, belum memahami grammar, kurang teliti, tidak memahami pertanyaan, atau kehabisan waktu.
3 Kesalahan yang Harus Dihindari
1. Belajar Mendadak Menjelang Tes
Belajar satu atau dua hari sebelum ujian mungkin membantu mengingat beberapa materi. Namun, cara tersebut tidak cukup untuk meningkatkan kemampuan secara signifikan.
Jika memungkinkan, mulailah belajar beberapa minggu sebelum tes. Dengan waktu yang cukup, kamu dapat berlatih, mengevaluasi kesalahan, dan memperbaikinya secara bertahap.
2. Terlalu Lama Mengerjakan Satu Soal
Saat menemukan soal sulit, jangan menghabiskan terlalu banyak waktu pada satu pertanyaan. Pilih jawaban yang paling masuk akal, lalu lanjutkan ke soal berikutnya.
Jangan sampai satu soal sulit membuat kamu kehilangan kesempatan menjawab soal lain yang lebih mudah. Manajemen waktu menjadi bagian penting dari strategi tes.
3. Tidak Mengevaluasi Hasil Latihan
Mengerjakan banyak soal memang penting, tetapi hasil latihan juga harus dievaluasi.
Jika hanya melihat skor tanpa mencari penyebab kesalahan, kamu berisiko mengulangi kesalahan yang sama.
Buat catatan mengenai materi yang masih sulit, kosakata baru, dan jenis soal yang sering salah. Dengan begitu, latihan berikutnya menjadi lebih terarah.
Persiapan Sebelum Hari Tes TOEFL
Persiapan tidak hanya berkaitan dengan belajar. Kondisi tubuh dan pikiran juga memengaruhi fokus saat mengerjakan tes.
Pada malam sebelum ujian, usahakan tidur cukup dan jangan memaksakan diri belajar terlalu banyak.
Siapkan dokumen yang diperlukan, cek jadwal tes, dan pastikan mengetahui lokasi ujian jika tes dilakukan secara langsung.
Datang lebih awal agar tidak terburu-buru. Saat tes berlangsung, tetap tenang dan fokus pada waktu.
Jika menemukan pertanyaan sulit, jangan langsung panik. Lanjutkan ke pertanyaan berikutnya dan manfaatkan waktu sebaik mungkin.
Belajar Tips Lulus TOEFL bersama LTI
Belajar sendiri memang bisa dilakukan, tetapi terkadang kamu membutuhkan materi yang terstruktur, latihan soal yang relevan, serta pembahasan yang mudah dipahami.

LTI atau Language Training Institution menyediakan program persiapan TOEFL untuk pelajar, mahasiswa, dan pekerja.
Kamu dapat mempelajari materi dasar, memahami strategi mengerjakan soal, berlatih melalui simulasi, serta mengevaluasi hasil belajar secara lebih terarah.
Bagi peserta yang masih membangun dasar bahasa Inggris, latihan dapat dimulai dari grammar, kosakata, dan pemahaman kalimat sederhana.
Sementara itu, peserta yang sudah memiliki kemampuan dasar dapat lebih fokus pada latihan soal, manajemen waktu, dan peningkatan skor pada bagian yang masih rendah.
Dalam latihan bersama pengajar, setiap kesalahan dapat dibahas. Kamu tidak hanya mengetahui jawaban yang benar, tetapi juga memahami alasannya.
Latihan secara berkelompok juga dapat membuat proses belajar lebih konsisten. Kamu bisa berdiskusi mengenai soal yang sulit dan memperoleh motivasi dari peserta lain.
Agar hasil belajar lebih maksimal, tentukan target yang jelas sejak awal. Target tersebut dapat berupa skor tertentu, batas waktu persiapan, atau kemampuan menguasai bagian tertentu dalam tes.
Kesimpulan
Menerapkan tips lulus TOEFL secara konsisten dapat membantu kamu mendapatkan skor yang baik dengan persiapan dan strategi yang tepat.
Kamu tidak harus belajar sepanjang hari, tetapi perlu berlatih secara rutin sesuai target dan kemampuan.
Mulailah dengan memahami bagian tes, membuat jadwal belajar yang realistis, meningkatkan kosakata, melatih listening, menguasai grammar, dan mengerjakan simulasi dengan batas waktu.
Hindari belajar mendadak, terlalu lama mengerjakan satu soal, dan tidak mengevaluasi hasil latihan.
Dengan persiapan yang terarah, kamu dapat lebih terbiasa dengan format TOEFL, mengatur waktu dengan baik, dan lebih percaya diri saat menghadapi tes.
Jangan menunggu sampai merasa benar-benar siap untuk mulai berlatih. Tentukan target skor, buat jadwal belajar sederhana, dan mulai persiapan TOEFL bersama LTI.




